Modernisasi membawa pengaruh yang cukup besar terhadap nilai dan culture di beberapa daerah yang perlahan mulai terkikis. Derasnya arus globalisasi bisa dilihat dari perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung meniru budaya barat. Perubahan ini sangat mencolok di kalangan anak muda, karena tidak semua mereka dapat merespon dengan baik.
Generasi muda bangsa seyogyanya
ikut andil mempersiapkan sumberdaya manusia yang kreatif, inovatif dan kompetitif menghadapi persaingan global. Tapi faktanya tidak sedikit mengabaikan betapa pentingnya prestasi hanya demi gengsi dan reputasi. Banyak diantara mereka beropini belajar itu ga keren dan buang buang waktu, ikut ekstrakulikuler olimpiade itu culun, masuk debat juga banyak omong, masuk forum diskusi ilmiah juga kurang kerjaan, dan banyak anggapan lainnya bermunculan karena kurangnya kesadaran arti pentingnya pendidikan. Jika hal ini terus menggerogoti kpribadian mereka, tidak menutup kemungkinan suatu saat Indonesia akan mengalami kemunduran yang disebabkan krisis kualitas sumberdaya manusianya.
Peradaban suatu bangsa merupakan cerminan bangsa itu sendiri. Indonesia sedang memasuki ranah pertempuran moral antara kebaratan dan ketimuran. Mereka yang tidak bisa melawannya tentu akan jatuh karena sulit menyikapi dan mengambil sesuatu hal yang sifatnya membangun dari arus global. Hal ini jelas terlihat dalam beberapa tahun terakhir seperti adanya kasus “pesta bikini pelajar SMA sebagai bentuk seremoni kelulusan” merupakan salah satu bentuk budaya barat yang sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia yang menjungjung tinggi budi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai pancasila, agama dan sosial. Tidak hanya itu maraknya prostitusi online yang gencar diburu media menjadi saksi bahwa moral anak bangsa perlahan direnggut oleh budaya asing.
Pendidikan karakter yang di implementasikan di dalam kurikulum 2013 oleh pemerintah diharapkan menjadi batu loncat perbaikan moral bangsa menuju 100 tahun Indonesia merdeka. Tidak lupa juga para pendidik dan semua yang ikut ambil bagian di ranah pembangunan intelektual pelajar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dan sadar bahwa pendidikan bukan hanya sekedar symbol kecerdasan semata, tetapi bagaimana menciptakan otput yang cerdas dan berakhlak.
No comments:
Post a Comment