Teknik
industri
adalah cabang dari ilmu teknik
yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan
evaluasi sistem integral dari manusia,
pengetahuan,
peralatan, energi,
materi,
dan proses (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_industri
). Ada tiga bidang yang melingkupi jurusan Teknik Industri yaitu
Manajemen Industri, Sistem Manufaktur dan Sistem Industr dan Tekno
Eknomi.
Teknik
Industri memiliki ruang lingkup yang sangat luas tidak hanya dalam
penelitian dan desain suatu produk yang berhubungan dengan teknologi
tetapi juga mencakup aktivitas bisnis contohnya seperti system
pemasaran yang dijalankan perusahaan, keuangan, pengembangan sumber
daya manusia dan lain-lain. Dalam kondisinya dilapangan, seorang
sarjana teknik industri tidak hanya dituntut untuk bisa
menjalankan/melaksanakan diatas tetapi juga diharapkan dapat berperan
penting dalam suatu pengambilan keputusan sebagai suatu penggagas ide
yang mempunyai pengaruh kuat dalam perusahaan.
Manfaat
dari ilmu teknik industri adalah memberikan solusi yang lebih efektif
dan efisien dalam berbagai proses produksi, juga dalam pembuatan
sistem kerja yang efektif dan efisien. Salah satu contoh
pengaplikasian ilmu teknik industri secara nyata adalah pada
perancangan sistem di sebuah pabrik.
Sistem
itu harus mencakup pengelolaan mesin, waktu, dan sumber daya. Ini
membuktikan bahwa ilmu teknik industri sangat berperan dalam
perancangan sistem di sebuah pabrik atau organisasi.
Diharapkan
dari waktu ke waktu bidang industri semakin mengalami perkembangan.
Karena
itu,
lulusan
Teknik Industri dituntut untuk menjadi sarjana yang siap pakai.
Selain itu, diharapkan pula
lulusan
teknik industri lebih berkompeten
untuk mengelola suatu proses produksi, dan juga harus menumbuhkan
jiwa entrepreneur untuk menjalankan dan sector industry di Indonesia
dengan baik. Sehingga selain memiliki sisi engineer yang baik,
sarjana TI juga memiliki entrepreneurship dan menajamen yang dapat
mendukung perekonomian bangsa di bidang industry.
No comments:
Post a Comment