Indonesia
sedang diterpa arus globalisasi yang sangat deras 10 tahun terakhir
ini. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi secara tidak langsung
merubah kehidupan masyarakat pada umumnya. Dapat dilihat dari
beberapa aspek kehidupan seperti alat komunikasi yang dulunya hanya
jaringan nirkabel berfasilitas mengirim pesan singkat dan menelpon,
sekarang masyarakat bisa berbagi foto, mengirim lagu,mengakses
internet dan lain sebagainya.
Kemajuan
teknologi menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Perkembangan
teknologi di Indonesia dinilai masih jauh tertinggal dengan negara
lain. Salah satu factor penyebabnya adalah penyebaran yang tidak
merata yang dikarenakan bentang alam Indonesia yang luas. Hanya
beberapa kota besar seperti Jakarta dan Surabaya dapat menikmati
jaringan 4G walaupun masih terbatas. Sedangkan di daerah plosok
jaringan 3G saja sulit ditemukan, kalaupun ada itupun kurang
maksimum.
Dilihat
dari sumber daya manusianya, salah satu anak negeri yang mengharumkan
nama Indonesia adalah Prof. Dr. Khairul Anwar. Beliau adalah penemu
jaringan 4G ketika masih menimba ilmu di Jepang. Penemuan beliau
sekarang sudah banyak digunakan di berapa negara, seperti Korea
Selatan yang bahkan sekarang siap untuk membuat jaringan 5G. Lucunya
yang menemukan orang Indonesia, akan tetapi Indonesia belum
merealisasikan jaringan tersebut secara merata.
Selain
teknologi informasi dan komunikasi, Indonesia juga sangat jauh
terbelakang di bidang teknologi produksi. Jelas terlihat sebagian
besar sector industry produksi Indonesia masih bersifat tradisional.
Ini dibuktikan dengan rendahnya produktivitas dan minimnya teknologi
yang digunakan untuk kegiatan ekspor.
Berdasarakan
fakta-fakta di atas, dapat disimpulkan Indonesia perlu berbenah diri
untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Dilansir dari media
kompasiana disebutkan bahwa menurut mantan Menteri dan Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana, kemajuan
teknologi di Indonesia masih rendah. Ada beberapa indikator yang
membuktikan rendahnya tingkat teknologi di Indonesia, seperti
kurangnya kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor
industri, sinergi kebijakan masih lemah, dan sedikitnya jumlah
ilmuwan di Indonesia. Diharapkan pemerintah dan msayarakat terus
berkontribusi sama sama mebangun negeri, memperbaiki sumberdaya
manusia dan menciptakan generasi emas untuk Indonesia yang lebih
sejahtera.
No comments:
Post a Comment